Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemerikasaan untuk
menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti
implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang
pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang
membutuhkan improvement. Proses auditing telah menjadi sangat rapi di
Amerika Serikat, khususnya pada bidang profesional accounting
association. Akan tetapi, baik profesi audit internal maupun eksternal
harus secara terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan dan
memperluas teknik, karena profesi tersebut akan menjadi tidak mampu
untuk mengatasi perkembangan dalam teknologi informasi dan adanya
tuntutan yang semakin meningkat oleh para pemakai informasi akuntansi.
Meskipun berbagai macam tipe audit dilaksanakan, sebagian besar audit
menekankan pada sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi dan
pencatatan keuangan dan pelaksanaan operasi organisasi yang efektif dan
efisien.
Secara garis besar perlunya pelaksanaan audit dalam sebuah perusahaan
yang telah mempunyai keahlian dalam bidang teknologi informasi yaitu
antara lain:
A. Kerugian akibat kehilangan data.
Data yang diolah menjadi sebuah informasi, merupakan aset penting
dalam organisasi bisnis saat ini. Banyak aktivitas operasi mengandalkan
beberapa informasi yang penting. Informasi sebuah organisasi bisnis akan
menjadi sebuah potret atau gambaran dari kondisi organisasi tersebut di
masa lalu, kini dan masa mendatang. Jika informasi ini hilang akan
berakibat cukup fatal bagi organisasi dalam menjalankan aktivitasnya.
Sebagai contoh adalah jika data nasabah sebuah bank hilang akibat
rusak, maka informasi yang terkait akan hilang, misalkan siapa saja
nasabah yang mempunyai tagihan pembayaran kredit yang telah jatuh tempo.
Atau juga misalkan kapan bank harus mempersiapkan pembayaran simpanan
deposito nasabah yang akan jatuh tempo beserta jumlahnya. Sehingga
organisasi bisnis seperti bank akan benar-benar memperhatikan bagaimana
menjaga keamanan datanya. Kehilangan data juga dapat terjadi karena
tiadanya pengendalian yang memadai, seperti tidak adanya prosedur
back-up file. Kehilangan data dapat disebabkan karena gangguan sistem
operasi pemrosesan data, sabotase, atau gangguan karena alam seperti
gempa bumi, kebakaran atau banjir.
B. Kerugian akibat kesalahan pemrosesan komputer.
Pemrosesan komputer menjadi pusat perhatian utama dalam sebuah sistem
informasi berbasis komputer. Banyak organisasi telah menggunakan
komputer sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.
Mulai dari pekerjaan yang sederhana, seperti perhitungan bunga berbunga
sampai penggunaan komputer sebagai bantuan dalam navigasi pesawat
terbang atau peluru kendali. Dan banyak pula di antara organisasi
tersebut sudah saling terhubung dan terintegrasi. Akan sangat
mengkhawatirkan bila terjadi kesalahan dalam pemrosesan di dalam
komputer. Kerugian mulai dari tidak dipercayainya perhitungan matematis
sampai kepada ketergantungan kehidupan manusia.
C. Pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah.
Kualitas sebuah keputusan sangat tergantung kepada kualitas informasi
yang disajikan untuk pengambilan keputusan tersebut. Tingkat akurasi
dan pentingnya sebuah data atau informasi tergantung kepada jenis
keputusan yang akan diambil. Jika top manajer akan mengambil keputusan
yang bersifat strategik, mungkin akan dapat ditoleransi berkaitan dengan
sifat keputusan yang berjangka panjang. Tetapi kadangkala informasi
yang menyesatkan akan berdampak kepada pengambilan keputusan yang
menyesatkan pula.
D. Kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused)
Tema utama yang mendorong perkembangan dalam audit sistem informasi
dalam sebuah organisasi bisnis adalah karena sering terjadinya kejahatan
penyalahgunaan komputer. Beberapa jenis tindak kejahatan dan
penyalah-gunaan komputer antara lain adalah virus, hacking, akses
langsung yang tak legal (misalnya masuk ke ruang komputer tanpa ijin
atau menggunakan sebuah terminal komputer dan dapat berakibat kerusakan
fisik atau mengambil data atau program komputer tanpa ijin) dan atau
penyalahgunaan akses untuk kepentingan pribadi (seseorang yang mempunyai
kewenangan menggunakan komputer tetapi untuk tujuan-tujuan yang tidak
semestinya).
• Hacking - seseorang yang dengan tanpa ijin mengakses sistem komputer
sehingga dapat melihat, memodifikasi, atau menghapus program komputer
atau data atau mengacaukan sistem.
• Virus - virus adalah sebuah program komputer yang menempelkan diri dan
menjalankan sendiri sebuah program komputer atau sistem komputer di
sebuah disket, data atau program yang bertujuan mengganggu atau merusak
jalannya sebuah program atau data komputer yang ada di dalamnya. Virus
dirancang dengan dua tujuan, yaitu pertama mereplikasi dirinya sendiri
secara aktif dan kedua mengganggu atau merusak sistem operasi, program
atau data.
Dampak dari kejahatan dan penyalahgunaan komputer tersebut antara lain:
• Hardware, software, data, fasilitas, dokumentasi dan pendukung lainnya
rusak atau hilang dicuri atau dimodifikasi dan disalahgunakan.
• Kerahasiaan data atau informasi penting dari orang atau organisasi rusak atau hilang dicuri atau dimodifikasi.
• Aktivitas operasional rutin akan terganggu.
• Kejahatan dan penyalahgunaan komputer dari waktu ke waktu semakin
meningkat, dan hampir 80% pelaku kejahatan komputer adalah orang dalam.
E. Nilai hardware, software dan personil sistem informasi.
Dalam sebuah sistem informasi, hardware, software, data dan personil
adalah merupakan sumberdaya organisasi. Beberapa organisasi bisnis
mengeluarkan dana yang cukup besar untuk investasi dalam penyusunan
sebuah sistem informasi, termasuk dalam pengembangan sumberdaya
manusianya. Sehingga diperlukan sebuah pengendalian untuk menjaga
investasi di bidang ini.
F. Pemeliharaan kerahasiaan informasi
Informasi di dalam sebuah organisasi bisnis sangat beragam, mulai
data karyawan, pelanggan, transaksi dan lainya adalah amat riskan bila
tidak dijaga dengan benar. Seseorang dapat saja memanfaatkan informasi
untuk disalahgunakan. Sebagai contoh bila data pelanggan yang rahasia,
dapat digunakan oleh pesaing untuk memperoleh manfaat dalam persaingan.
Pada saat komputer pertama kali digunakan, banyak auditor mempunyai
pemikiran bahwa proses audit akan harus banyak mengalami perubahan untuk
menyesuaikan dengan penggunaan teknologi komputer. Ada dua utama yang
harus diperhatikan dalam audit atas pemrosesan data elektronik, yaitu
pengumpulan bukti (evidence collection) dan evaluasi bukti (evidence
evaluation)
TUJUAN dan LINGKUP AUDIT SISTEM INFORMASI
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu:
• Conformance (Kesesuaian) – Pada kelompok tujuan ini audit sistem
informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian,
yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas),
Availability (Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).
• Performance (Kinerja) - Pada kelompok tujuan ini audit sistem
informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja,
yaitu : Effectiveness (Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability
(Kehandalan).
PERAN AUDITOR dan AKUNTAN
Sebagian besar jurusan akuntansi mengisi posisi internal maupun
eksternal auditor dan akan sangat dilibatkan dalam program dan proses
audit. Para akuntan pemerintah atau industri akan membantu auditor untuk
mengevaluasi informasi yang dihasilkan dan mengendalikan kelemahan pada
system. Mereka yang dilibatkan dalam sistem analisis dan desain
diharapkan dapat mengembangkan sebuah sistem yang menyediakan informasi
yang handal.
Pemakaian auditor terus meningkat sebagai penasehat selama merancang
pengembangan sistem. Auditor mungkin membantu dalam pemilihan ukuran
keamanan dan kendali, menaksir cost, dan pengendalian keuntungan dan
penentuan prosedur audit yang paling efektif.
DEFINISI AUDIT SISTEM INFORMASI
Merupakan suatu proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti
yang dilakukan oleh pihak yang independen dan kompeten untuk mengetahui
apakah suatu sistem informasi dan sumber daya terkait, secara memadai
telah dapat digunakan untuk:
• melindungi aset,
• menjaga integritas dan ketersediaan sistem dan data,
• menyediakan informasi yang relevan dan handal,
• mencapai tujuan organisasi dengan efektif,
• menggunakan sumber daya dengan efisien,
TIPE AUDIT
Audit yang dilaksanakan sesuai tipe perusahaan yaitu operasional,
compliance, pengembangan system, internal control, financial dan
kecurangan audit. Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam
menyelenggarakan audit yang di list adalah:
1. Internal auditor adalah karyawan perusahaan, yang pada umumnya
melaksanakan compliance, operasional, pengembangan sistem, pengawasan
intern dan kecurangan audit.
2. Ekstenal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan
oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan. Dalam
berbagai macam audit keuangan, eksternal auditor dibantu oleh internal
auditor. akantetapi auditor eksternal yang bertanggung jawab untuk
menegaskan kewajaran laporan keuangan.
3. Goverment auditor, melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan
perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan.
sebagai contoh, pemeriksa bank pemerintahan melaksanakan audit bank,
auditor yang dtugaskan oleh auditor negara yang umumnya melaksanakan
audit daerah dan para pegawai pemerintah
4. Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan dan bekerja
secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara. fraud examminer
misalnya: kesatuan FBI penyelidikan kecurangan, perusahan besar akuntan
publik , IRS, perusahaan asuransi.
Jenis-jenis audit:
1. Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efectifitas dengan
semua sumberdaya yang digunakan untuk melaksanakan tugas, cakupanya
meliputi kesesuaian praktik dan prosedur dengan peraturan yang
ditetapkan
2. Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan
pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah
diikut.
3. Project manajement and change control audit,(dulu dikenal sebagai
suatu pengembangan sistem audit) terkonsentrasi oleh efesiensi dan
efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan
yang sedang diselenggarakan.
4. Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal
5. Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang
menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.
6. Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk
mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi
atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan
pemberian tanggungjawab.
BASIC AUDITING CONSIDERATIONS
• Etika dan standar audit
Kebutuhan akan etika. Setiap profesi mempunyai standar professional
dalam bertingkah laku dan prakteknya. Statement ini ditulis dalam bentuk
yang dapat dimengerti dan dapat dilaksanakan berdasarkan aturan yang
ada. Kode etik auditor menunjukkan sikap dan prinsip yang harus ada pada
auditor sehingga dapat memberikan kontribusi pada audit yang efektif,
melindungi kepentingan pemilik perusahaan yang diaudit, dan menjaga
hubungan yang baik dengan klien.
Dalam lingkup auditing, kode etik disebut codes of professional conduct.
Internal auditor mengikuti standar-standar praktik professional
internal auditing. Sedangkan auditor eksternal mengikuti pernyataan
standar auditing. kedua standar ini mempunyai banyak persamaan.
Consultant independent yang berkecimpung dibidang manajemen dan system
informasi juga mempunyai kode etik. Kode etik ini dikembangkan oleh
AICPA yang serupa dengan standar auditor.
• Isi dari standar
Standar audit menentukan kualitas dan tingkah laku yang professional.
Standar ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama
membicarakan mengenai standar umum audit yaitu berhubungan dengan
profesionalitas, dan independensi. Sedangkan standar yang kedua
membicarakan mengenai lingkup audit seperti halnya :
1. eveluasi struktur pengendalian internal untuk menilai risiko pengendalian.
2. review terhadap semua dokumen dan catatan yang bersangkutan.
• Efek dari otomatisasi standar
Ketika perusahaan menggunakan system informasi akuntansi berbasis
computer, pasti akan berakibat pada prosedur audit yang ditetapkan. Di
lain pihak, dengan penggunaan system teknologi tidak memberikan pengaruh
yang signifikan. Dengan kata lain, otomatisasi sangat tidak berpengaruh
pada standar auditing professional yang berterima umum. Auditor
dituntut untuk dapat menunjukkan profesionalismenya, termasuk pelatihan
dan kecakapan yang memadai. Auditor diminta untuk mengikuti proses audit
yang sama. Proses ini terdiri dari evaluasi terhadap internal control
yang ada, termasuk saat menggunakan computer-oriented.
Impact of computerization on audit procedures
Seperti yang telah diterangkan, audit yang melibatkan SIA akan dipengaruhi oleh metode processing yang diterapkan.
Luas/cakupan dari computer processing yang digunakan dalam aplikasi
akuntansi, seperti halnya tingkat kompleksitas processing, mungkin juga
berpengaruh terhadap sifat, timing, dan luas dari prosedur audit.
Sebagai contoh, computer based system tidak menyediakan audit trail
(jejak audit) yang nampak. Audit dalam sistem ini memerlukan hasil
printout dari jurnal dan buku besar dan file record yang lain. Dengan
penggunaan real-time processing system akan menambah tingkat kesulitan,
dikarenakan sistem ini beroperasi tanpa membutuhkan dokumen sumber.
Selain itu, sistem ini juga melakukan record secara update.
Microcomputer hardware dapat dicuri dengan mudah dan dapat pila diakses
oleh pihak-pihak yang tidak berwewenang. Sedangkan paket microcomputer
software sering diproses tanpa pengecekan yang cukup. Network komputer
memancarkan data ke berbagai wilayah terutama ke wilayah yang peka
terhadap akses tanpa otorisasi dan gangguan. Jika keadaan ini
mempengaruhi struktur internal control mak juga akan mempengaruhi proses
audit.
Dikarenakan tingginya tingkat kompleksitas dari computer based
processing, maka dibutuhkan tipe auditor khusus yaitu auditor sistem
informasi komputer atau the computer information system auditor (CISA).
CISA menguasai skill khusus, misalnya pengetahuan mengenai hardware dan
software komputer, database technology, data communications technology,
and computer oriented control and audit technique. Idealnya, auditor
seharusnya mengusai berbagai skill yang dimiliki CISA. Bagaimanapun,
keberadaan CISA yang berpengetahuan yang lebih mengenai teknologi
informasi akan selalu dibutuhkan untuk membantu proses audit dalam
sistem komputer yang kompleks.
Transaction cycle approach to auditing
Beberapa survei mengenai proses transaksi telah berorientasi pada
cycle approach (pendekatan siklus). Pendekatan ini, sangat berguna bagi
proses audit karena auditor dapat memperoleh pemahaman yang mendalam
tentang struktur internal control. Pendekatan ini juga dapat
menyederhanakan audit review. Contohnya, penerapan control yang identik
antara siklus revenue dengan siklus expenditure yang dikarenakan kedua
siklus ini berhubungan, maka model proses yang diberikan juga sama.
AUDITING PROCESS
Terdapat lima tahap dalam audit keuangan, yaitu:
1. Perencanaa audit pendahuluan
2. Review pendahuluan dan assesment terhadap struktur pengendalian internal
3. Pengujian pengendalian dalam audit
4. Pengujian substantif
5. Pelaporan audit
1. Perencanaa audit pendahuluan
Tahap pertama ini untuk menentukan kebutuhan audit serta menetapkan
cakupan dan tujuan audit. Langkah selanjutnya mencari informasi mengenai
industri perusahaan, meneliti kertas kerja tahun sebelumnya,
mempersiapkan program audit, memperoleh pemahaman mengenai bisnis
perusahaan dan mempersiapkan prosedur analitis. Prosedur analitis adalah
tes untuk menguji hubungan antara data keuangan dan non keuangan dan
untuk menyelidiki ketidakkonsistenan yang material.
2. Review pendahuluan dan assesment terhadap struktur pengendalian internal
Kegiatan yang dilakukan adalah:
• Pemeriksaan, Dokumentasi, dan Penilaian Sistem Pengendalian Internal.
Auditor harus memahami terlebih dahulu mengenai sistem pengendalian
internal perusahaan. Dengan pemahaman tersebut, auditor dapat menilai
kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian internal. Auditor sebaiknya
menggunakan berbagai teknik untuk mengumpulkan fakta, seperti memeriksa
kembali catatan dan dokumen, mengamati kegiatan, interview dengan
personel inti dan memberikan kuisioner.
• Menilai dan Mengelompokkan Tingkat Resiko Pengendalian. Terdapat beberapa langkah :
1. Auditor melakukan penilaian pendahuluan berkaitan dengan keefektifan
operasi dalam struktur pengendalian internal dan pengendalian khusus
yang diterapkan dalam SAI harus diidentifikasi.
2. Auditor harus membuat judgement (penilaian) agar pengendalian
internal yang diimplementasikan adalah pengendalian yang kritis dan
mereka dapat bekerja sesuai yang ditentukan oleh manajemen.
3. Auditor harus menilai setiap kekuatan pengendalian internal, sehingga
risiko pengendalian dapat diperkirakan. Pada tingkat di mana risiko itu
berada dalam suatu kisaran yang dapat diterima, auditor mempersiapkan
program audit yang menunjukkan langkah pengujian kekuatan pengendalian
yang terkait. Resiko pengendalian diartikan sebagai risiko yang
menunjukkan pernyataan salah secara material dalam asersi-asersi yang
mengarah pada kesalahan yang signifikan dalam laporan keuangan.
• Keefektifan Biaya dalam Pengujian Pengendalian. Pengujian terhadap
risiko pengendalian pendahuluan harus mempertimbangkan faktor biaya.
Oleh karena itu alternatif yang mungkin bisa dilakukan oleh seseorang
dengan adanya audit lebih memperluas prosedur pengujian substanstif.
3. PENGUJIAN PENGENDALIAN DALAM AUDIT
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah :
• Melakukan Pengujian Pengendalian. Pengujian pengendalian adalah
pengumpulan bukti-bukti yang berfungsi secara efektif dan konsisten.
• Mengevaluasi Pengujian Pengendalian yang diperoleh. Setelah memperoleh
hasil-hasil pengujian, auditor dapat mengevaluasi efektifitas
operasional dari sistem pengendalian internal. Bukti tersebut mendukung
penemuan audit untuk tiap-tiap siklus transaksi yang dievaluasi.
Evaluasi yang dihasilkan ini menunjukkan judgement auditor yang terbaik
berkaitan dengan (a) memadainya pengendalian yang diamati dan (b)
kemampuan menemukan ketidakcukupan hasil pengujian.
• Penilaian Akhir terhadap Risiko Pengendalian. Berdasarkan evaluasi di
atas auditor menilai tingkat risiko pengendalian tertentu untuk
tiap-tiap kelompok transaksi yang utama. Tingkat risiko pengendalian
akhir memberikan dasar untuk memperkirakan tingkat risiko yang
terdeteksi yang akan datang, sifat, waktu, serta luasnya prosedur
pengujian substantif.
• Mengembangkan Program Audit Final. Program audit meliputi
prosedur-prosedur khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan audit.
Auditor menyatakan sifat dan prosedur pengujian yang menunjukkan luas
dan waktu dibutuhkan
4. PENGUJIAN SUBSTANTIF
Langkah-langkahnya adalah:
1. Memilih dan Melaksanakan Pengujian Substanstif. Pengujian substantiv
merupakan bagian terbesar dari program audit.Tujuan dari pengujian
substantiv dalam audit keuangan adalah untuk memberikan asersi laporan
keuangan yang valid yang dibuat oleh manajemen. Tiga pengujian
substantiv tersebut adalah: (1) melakukan prosedur analitis final, (2)
menguji rekening neraca, (3) menguji secara rinci kelompok-kelompok
transaksi. Jumlah pengujian substantiv didasarkan pada risiko terdeteksi
final untuk tiap-tiap golongan transaksi utama.
2. Mengevaluasi Pengujian Substantif. Dalam evaluasi ini, hasil
pengujian yang dapat diterima, untuk meminimalisasi kemungkinan
kesalahan-kesalahan yang material dan pernyataan yang salah dalam asersi
laporan keuangan. Hasil pengujian yang tidak dapat diterima memerlukan
penambahan sample dalam transaksi sebelum audit dapat diselesaikan.
5. PELAPORAN AUDIT
Tahap final audit ini adalah untuk memberikan laporan audit berkaitan
dengan permasalahan yang ada di perusahaan.Langkah-langkahnya adalah:
• Mencatat Laporan Audit.
• Mencatat Kondisi-kondisi yang dapat dilaporkan. Auditor harus membuat
catatan atas kondisi-kondisi yang dilaporkan kepada dewan audit,
mencakup kecurangan-kecurangan yang signifikan dalam perancangan atau
operasi dari sistem pengendalian internal perusahaan.
TEKNIK DAN PENDEKATAN PENGAUDITAN BERBASIS KOMPUTER
Teknik yang spesifik hanya diaplikasikan untuk sistem informasi
pemrosesan transaksi secara otomatis. Teknik ini dapat digunakan untuk
pengujian pengendalian atau pengujian substantif. Namun begitu, sistem
ini tidak bisa menggunakan sistem flowchart, data flow diagram dan
kuisioner dalam mereview struktur pengendalian intern. Tiga teknik
pengujian yang berbasis komputer (Computer Assisted Audit
Techniques/CAAT) yaitu pengauditan sekitar komputer, pengauditan melalui
komputer, pengauditan dengan menggunakan komputer. Auditor intern dan
ekstern dapat menggunakan tiga teknik pendekatan ini secara efektif.
Pengauditan Sekitar Komputer
Pendekatan pengauditan sekitar komputer (auditing around the
computer) memperlakukan komputer sebagai “kotak hitam”. Pendekatan ini
difokuskan pada input dan outputnya. Asumsi yang mendasari pendekatan
ini yaitu jika auditor dapat menunjukkan output yang aktual adalah hasil
yang benar yang diharapkan dari sekumpulan input untuk sistem
pemrosesan, maka pemrosesan komputer harus difungsikan menggunakan cara
yang andal. Teknik yang penting dalam pendekatan ini meliputi
penelusuran dan pemilihan transaksi dari dokuman sumber untuk meringkas
transaksi dan catatan serta sebaliknya. Pendekatan pengauditan sekitar
komputer adalah non processing data method. Auditor tidak menyiapkan
simulated data transaction atau menggunakan file-file auditee yang
aktual untuk memprosesnya dengan program komputer auditee. Pendekatan
sekitar komputer akan tepat, jika kondisi berikut ini terpenuhi :
1. Audit trail lengkap dan visible. Oleh karena itu dokumen sumber
digunakan untuk semua transaksi, jurnal-jurnal terinci dicetak dan
referensi transaksi dipindahkan dari jurnal ke buku besar dan laporan
ringkas.
2. Pemrosesan operasi yang secara relatif tidak rumit dan volumenya rendah.
3. Dokumennya lengkap, seperti data flow diagram dan sistem flowchart, yang tersedia bagi auditor.
Pengauditan Melalui Komputer
Karena pendekatan sekitar komputer tidak mencukupi, pendekatan
alternatif dibutuhkan untuk pengauditan berbasis komputer (auditing
through the computer), yang secara langsung difokuskan pada tahap
pemrosesan dan edit check, serta programmed check. Pendekatan ini
disebut dengan pengauditan melalui komputer. Asumsi dari pendekatan ini
adalah jika program dikembangkan dengan menambah programmed check,
kesalahan (error) dan ketidakberesan akan dapat terdeteksi, sehingga
dapat dikatakan dapat dipercaya.
Pendekatan pengauditan melalui komputer dapat diaplikasikan untuk
semua sistem otomatisasi pemrosesan yang kompleks. Bahkan jika biayanya
efektif dan memungkinkan, pendekatan sekitar komputer dan pengauditan
melalui komputer dapat dikerjakan untuk pekerjaan audit yang sama.
Dengan mengerjakan secara bersamaan, keuntungannya menjadi lebih besar
dan tujuan audit dapat tercapai.
Pengauditan Dengan Menggunakan Komputer
Pendekatan ini menggunakan komputer (auditing with the computer)
untuk tujuan pengerjaan tahap-tahap program audit yang terinci.
Pendekatan ini juga digunakan untuk mengotomatisasi aspek tertentu dalam
proses pengauditan. Komputer ditransformasikan pada audit scene selama
mereka dapat mengerjakan jumlah fungsi audit, seperti pengujian
pengendalian dan pengujian substantive. Auditor dapat menggunakan
paket-paket spreadsheet excel, untuk menciptakan spreadsheet yang berisi
laporan keuangan dari perusahaan yang diaudit. Pengembangan yang lain
adalah template, efek program dan format on screen dengan menggunakan
paket software spreadsheet. Template ini memungkinkan auditor untuk
mengerjakan tugas yang sebelumnya dikerjakan secara manual. Template
didesain untuk membantu menyiapkan neraca, memelihara pengulangan
pemasukan jurnal, mengevaluasi hasil sampel, penjadwalan dan mengelola
waktu auditor dalam audit lapangan, melaksanakan pengujian yang masuk
akal terhadap pengeluaran serta mengestimasi pengeluaran.
Pendekatan pengauditan dengan komputer yang populer menggunakan
software audit selama pengujian substantif terhadap catatan dan file
perusahaan. Software audit secara umum terdiri dari kumpulan program
rutin. Tipe software yang digunakan yaitu generalized audit software
(GAS) yang terdiri dari satu atau lebih program rutin yang dapat
diterapkan pada berbagai situasi dan berbagai tipe organisasi. GAS
sering dipakai untuk melakukan substantive test dan digunakan test of
control yang terbatas. Sebagai contoh GAS sering dipakai untuk mengetes
fungsi algoritma yang komplek dalam program computer. Tetapi ini
memerlukan pengalaman yang luas dalam penggunaan software ini.
Audit Software, penggunaan software dalam melaksanakan audit dengan
koputer dapat membantu dalam pengujian substantive catatan dan file
perusahaan.
Tipe software audit yang uama adalah GAS (Generalized Audi Software),
yang terdiri dari satu atau lebih program yang applicable pada bernagai
situasi audit pada suatu perusahaan. ACL (Audit Comand Language)
merupakan interaktif, yang menghubungkan user dengan computer. ACL
membantu auditor untuk untuk menganalisis data klien dengan beberapa
fungsi, misalnya attribute sampling, histogram generation, record aging,
file comparation, duplicate checking, dan file printing. Yang relative
powerful, fleksibel dan mudah dipelajari.sehingga auditor dapat
memodifikasi program untuk situasi khusus.
Fungsi audit yang khas yang tersedia pada paket GAS:
1. Extracting data from files, GAS harus mempunyai kemampuan untuk
menyuling dan retrieve data dari berbagai struktur, media, dan bentuk
catatan file pada saat digunakan untuk mengaudit perusahaan yang
bervariasi. Setelah di suling, data diedit dan kemdian ditransfer pada
audit work file, penyimpanan data tersedia untuk digunakan dengan
program lain yang ada pada GAS
2. Calculating With data,beberapa step dalam audit terdiri dai addition,
subtraction, multiplication dan division operation. Contohnya koreksi
jurnal dilakuka dengan menjural ulang.
3. Performing comparisons with data, perbandingan mungkin dilakukan
untuk menyeleksi data elemen untuk di tes untuk memastikan adanya
konsistensi diantara data elemen dan untuk memverifikasi apakah kondisi
tertentu telah didapat. GAS seharusnya menyediakan logical operator
seperti equal, less than, dan greater than.
4. Sumarizing data, data elements harus sering di ringkas untuk
memberikan dasar untuk perbandingan. Contoh: list detail gaji harus
diringkas untuk dibandingkan dengan laporan penggajian.
5. Analyzing data, berbagai data harus dianalisis untuk memberikan dasar
review atas trend perusahaan. Contohnya, piutang harus ditaksir umurnya
utuk menentukan kemungkinan piutang tersebut dapat ditagih.
6. Reorganizing data, data elemen perlu untuk di sortir atau
digabungkan. Contohnya: berbaga produk yang dijual perusahaan boleh
mungkin di re-sorted secara ascending berdasar jumlah total penjualan
untuk membantu analisis penjualan.
7. Select sample for testing. Dalam audit, tidak semua data dapat di
uji. Sample harus diambil secara random. Contohnya sample customer dapat
dipilih secara random dari catatan piutang dagang.
8. Gathering statistical data, seorang auditor sering membutuhkan
data-data statistik. Contohnya: mean dan median dari penjualan produk.
9. Printing Confirmation Request, analyses, and other output
Manfaat GAS:
1. Memungkinkan auditor untuk mengakses catatan computer yang dapat dibaca untuk berbagai macam aplikasi dan organisasi.
2. Memungkinkan auditor untuk memeriksa lebih banyak data daripada jika auditor masih menggunakan proses manual.
3. Dapat melakukan berbagai macam fungsi audit secara cepat dan akurat, termasuk pemilihan sample secara statistic.
4. Mengurangi ketergantungan pada nonauditing personel untuk melakukan
peringkasan data, dengan demikian auditor dapat mengelola pengendalian
audit yang lebih baik.
5. Auditor hanya memerlukan pengetahuan yang cukup (tidak begitu dalam) tentang computer.
Keterbatasan GAS:
GAS tidak memeriksa application programe dan programmed check secara
langsung sehingga tidak dapat menggantikan audit
–through-the-computer-techniques.
AUDIT OPERASIONAL DALAM DEPARTEMEN PEMROSESAN INFORMASI
Sifat Audit Operasional Pemrosesan Data
Satu tipe utama audit operasional meliputi pengauditan fungsi
pemrosesan informasi. Audit operasional pemrosesan data secara
sistematis memperkirakan keefektifan unit-unit dalam mencapai tujuan dan
mengidentifikasikan kondisi yang dibutuhkan untuk perbaikan. Pemrosesan
data audit operasional mempunyai sifat yang luas meliputi semua
kegiatan departemen pemrosesan atau mungkin dihubungkan dengan segmen
khusus dalam kegiatan tersebut, tergantung pada tujuan manajemen.
Situasi Yang Muncul Dalam Audit Operasional Pemrosesan Data
Dalam hal pemrosesan data yang umumnya terjadi adalah:
1. Biayanya tinggi untuk penyediaan jasa komputer.
2. Bagian utama dari rencana perusahaan.
3. Usulan perolehan hardware yang utama atau meng-upgrade software.
4. Ketidakmampuan menerima pemrosesan data komputer secara eksekutif.
5. Kebutuhan pemrosesan data eksekutif yang baru untuk penilaian secara intensif.
6. Ketidakteraturan perputaran personil dalam departemen pemrosesan data.
7. Usulan untuk mengkonsolidasi atau mendistribusikan sumberdaya pemrosesan data.
8. Merupakan sistem utama yang tidak responsif terhadap kebutuhan atau sulit dalam pemeliharaan.
9. Meningkatnya jumlah komplain user.
Proses Audit Operasional Pemrosesan Data
• Audit planning phase
Audit operasional pada fungsi data processing tidak mempunyai starting
place, tetapi berpedoman pada tujuan audit. Masing-masing audit
mempunyai ciri khas dan memerlukan individual treatment karenanya
lingkup audit berbeda sesuai dengan tujuannya.
Dengan mengabaikan lingkup audit, tugas pertama dalam audit operasional
yaitu untuk memperkenalkan diri pada organisasi dan DP departemen untuk
diaudit. Hal ini adalah sebuah tahap penting bagi auditor untuk
memperoleh dan meninjau ulang latar belakang informasi pada unit,
aktivitas, dan fungsi yang akan diaudit.Tahap ini penting dan sebaiknya
diikuti dengan mengabaikan audit operasional yang dilakukan secara
internal. auditor sebaiknya mengumpulkan informasi dari klien untuk
memperoleh pemahaman tentang DP departemen dan tujuannya. Banyak latar
belakang informasi yang sebaiknya digunakan auditor pada tahap ini
mencakup lokasi departemen DP, nama manajer pada DP, no SDM pada DP
berdasar level dan tipe,metode evaluasi SDM, tingkat pertukaran SDM,
tugas dan tanggung jawab karyawan, identifikasi peralatan komputer yang
digunakan dan identifikasi sistem operasi yang digunakan. phisical
layout chart pusat komputer sebaiknya diperoleh dari DP manajer ( atau,
jika tak tersedia, disiapkan oleh auditor). kerjasama DP manajemen
menjadi hal yang penting selama tahap perencanaan.
• Preliminary survey phase
setelah tujuan audit tealah ditetapkan, dan lingkup audit telah
ditentukan serta manajemen cooperation diperoleh, maka auditor siap
untuk preliminary survey. survei membantu auditor untuk mengidentifikasi
lingkup masalah, sensitive area, dan operasi yang rumit tentang audit
DP departement. Setelah preliminary survey, auditor harus bisa
menentukan tingkat kompleksitas audit operasional.selama preliminnary
survey, auditor akan mempelajari permasalahan operasional manajemen DP.
Auditor perlu mendalami mengenai DP center sehingga familiar dengan
pengoperasiannya. Auditor sebaiknya membuat rencana dalam mengusulkan
petunjuk DP centernya dan bertindak sebagai penghubung bagi semua data
collection dan dokumentasi syang diperoleh. Auditor akan membentuk
rencana tahapan dalam operasi actual yang disesuaikan dengan diskripsi
tertulis maupun lisan dan pemahaman yang telah diberikan oleh DP
personil kepada auditor. Proses verifikasi ini memerlukan contoh
transaksi atau lingkup kerja yang diuji secara detail.
Prelimanary phase pada operational audit merupakan basis pada tahap
pengujian audit yang terperinci. DP manajemen sebaiknya diberitahu
pengungkapan penyimpangan dan membantu dalam petunjuk pada lingkup
permasalahan. Auditor mendisain program audit untuk maenemukan
pertimbangan atau penyebab ketidakcocokan.
• Detailed audit phase
Aktivitas untuk menguji dan mengevaluasi tahap audit ini meliputi:
1. fungsi pengolahan informasi pada organisasi
2. praktek dan kebijakan sumber daya manusia
3. operasi komputer
4. pengembangan sistem dan implementasinya
5. aplication system operation
lima area terdaftar ini diharapkan dapat menyajikan beberapa
faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan. ketika mereka memberi
auditor suatu pandangan umum tentang komponen penting DP functioni dan
dapat bertindak sebagai starting point yang baik.
• Reporting
pada tahap penyelesaian opersional audit laporan diberikan kepada
manajemen dan komite audit perusahaan.Isi dari laporan ini bervariasi
sesuai pada harapan manajemen.contohnya : laporan mungkin terdiri dari
pendapat yang mengacu pada fungsi pengelolaan informasi yang efektif dan
efisien, dan saran-saran yang membangun.Internal auditor diwajibkan
untuk melakukan follow up pada report audit findings dan memberikan
rekomendasi untuk memastikan bahwa komite audit mengambil langkah yang
tepat.
Rabu, 09 Januari 2013
Senin, 29 Oktober 2012
TUGAS II SIA
1.
Beberapa
orang berpendapat bahwa akuntan seharusnya memusatkan perhatian hanya pada
laporan memberikan urusan desain serta persiapan laporan manajerial pada
spesialis sistem informasi. Apa sajakah
kelebihan dan kelemahan pendapat ini?
Sejauh
manakah akuntan seharusnya terlibat dalam pembuatan laporan yang melibatkan
berbagai hal di luar ukuran keuangan, yang dipergunakan untuk mengukur kinerja?
Mengapa demikian?
2.
Mengenai
“Shauna Washington”. Deskripsikan beberapa informasi yg dapat disediakan oleh
SIA yg didesain dengan baik untuk perusahaan ini, dan jika SIA tersebut
disediakan tepat waktu akan dapat menghindari beberapa masalah diatas.
Jawab :
1. kelebihan dari seorang akuntan :
-
lebih
mengetahui segala informasi tentang transaksi yang terjadi.
-
Menjadi
ujung tombak di dalam sebuah perusahaan.
-
Memiliki
kemampuan dalam ilmu matematika dan ekonomi yang baik.
Kelemahan :
-
Tugas
yang ditanggung sangat berat, karena sangat mempengaruhi kinerja sebuah
perusahaan.
-
Tidak
boleh melakukan kesalahan dalam melakukan kalkulasi pada sebuah transaksi.
Akuntan seharusnya bisa telibat pada
bidang lain seperti, mengurus penjadwalan / schedule sebuah perusahaan. Tidak
hanya mencatat terjadinya transaksi yang terjadi. Kemampuan yang dimiliki
seorang akuntan dalam melakukan penghitungan sangat berguna, ketelitian seorang
akuntan akan sangat tepat digunakan untuk mengurus sebuah tugas yang
membutuhkan ketelitian lebih, jika hal yang ditanya adalah dalam mengukur
sebuah kinerja, seorang akuntan tentu bisa mengerjakannya, karena akuntan
memiliki kemampuan spesial seperti ketelitian dalam mencatat, kecerdasan dalam
berhitung, dan kecekatan dalam bertindak.
2. A. LATAR BELAKANG MASALAH.
Shauna
Washington yang mencoba peruntungan pada bidang penjualan menggantungkan
nasibnya pada perlengkapan seni yang dimilikinya dan melakukan home schooling
atau private. Seiring berjalannya waktu, usaha yang digeluti Shauna berjalan
lancar bahkan meningkat 3kali lipat pada periode 5 tahun pertama. Akan tetapi,
laba yang diperoleh oleh Shauna tidak meningkat seperti penjualannya. Sebagai uang
tambahan, Shauna meminjam uang dalam jumlah besar untuk membangun sebuah
gudang. Biaya persediaan dan operasional yang digunakan untuk gedung tersebut
lebih tinggi dari perkiraanya. Tagihan bulanan atas peminjamannya terus
memberatkan perusahaannya. Kemudian masalah tersebut menimbulkan masalah baru,
yaitu Arus kas yang sangat berat. Apabila perusahaan tidak melakukan tindakan
dengan cepat maka perusahaan akan dengan sangat terpaksa harus mengumumkan
kebangkrutannya.
B.
PERUMUSAN MASALAH
Seperti
yang telah diuraikan pada latar belakang masalah, maka permasalahan kasus ini
adalah “Bagaimana cara Sistem Informasi Akutansi mengatasi masalah diatas?”
C.
TUJUAN PENELITIAN
Seperti
yang telah dikatakan pada rumusan masalah, tujuan ini adalah untuk memecahkan
masalah yang timbul akibat ketidak seimbangan antara penjualan dan laba.
D.
PEMECAHAN MASALAH
Solusi
dari kasus diatas adalah dengan membuat perumusan yang terjadi dari kurun waktu
awal hingga terjadinya ketidak seimbangan tersebut.
Maka pada
langkah awal adalah dengan membuat jurnal untuk menentukan penjualan dan
pemasuka, setelah jurnal dibuat kita bisa menentukan apakah pada saat transaksi
terjasi kita mengalami keuntungan atau bahkan kerugian.
Pada kasus
ini Shauna tidak memperkirakan berapa biaya pengeluaran yang digunakan untuk melakukan
penjualan dan berapa keuntungan yang didaat setelah melakukan penjualan, ternyata
hasil yang didapat tidak sesuai dengan nilai yang keluar (pengeluaran lebih
banyak dibanding pemasukan).
Jika Shauna
memperkirakan pemasukan dan pengeluarann terlebih dahulu, masalah arus kas yang
ada tidak akan terjadi, bahkan jika pengeluaran lebih sedikit dan pemasukan
lebih banyak Shauna mampu meningkatkan perusahaannya lagi.
E.
KESIMPULAN
Garis
besar yang harus dicermati pada kasus ini adalah Shauna melakukan bisnis dengan
awal yang baik, tetapi tidak bisa memperkirakan keseimbangan antara pemasukan
dan pengeluaran, sehingga dia mendapatkan masalah hutang dan mengalami kmacetan
arus kas yang sgt berat.
Kamis, 04 Oktober 2012
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pengertian
Sistem
Menurut
Feriyanto (2002:2) terdapat dua pendekatan untuk mendefinisikan sistem.
“ Yang pertama lebih menekankan pada elemen-elemen
dalam sistem. Sistem menurut pendekatan ini didefinisikan sebagai kumpulan dari
elemen-elemen yang saling berkaitan dan berinteraksi satu dengan lainnya untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Definisi kedua lebih menekankan pada
prosedur-prosedur, menurut pendekatan ini sistem diartikan sebagai suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu tujuan tertentu”.
Sedangkan
pengertian sistem menurut Mulyadi (2001:5) adalah
“ Suatu
jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan
kegiatan pokok perusahaan”.
Stephen A.
Mascove dan Mark G. Simkin ( 1984 ) yang dikutip oleh Yogiyanto
(1996:1) mendefinisikan sebagai berikut:
”Sistem
adalah suatu kesatuan yang terdiri dari interaksi subsistem yang berusaha untuk
mencapai tujuan (goal) yang sama”.
John F. Nash
dan Martin B. Roberts ( 1984 ) yang dikutip oleh Yogiyanto (1996:2)
mendefinisikan sebagai berikut:
” Suatu
sistem adalah sebagai suatu kumpulan komponen yang berinteraksi membentuk suatu
kesatuan dan keutuhan yang komplek di dalam tingkat tertentu untuk
mengejar tujuan yang umum ”.
Menurut
James O. Hicks, Jr dan Wayne E. Leininger (1986) yang dikutip oleh
Yogiyanto (1996:2) secara abstrak mendefinisikan sebagai berikut:
” Suatu
sistem adalah sebagai kumpulan interaksi dari komponen-komponen yang beroperasi
di dalam suatu batas sistem. Batas sistem akan
menyaring tipe dan dan tingkat arus dari input
serta ouput diantara sistem dengan lingkungannya ” .
Dari
definisi diatas dapat dirinci lebih lanjut pengertian umum dari sistem adalah
sebagai berikut :
- Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
- Unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
- Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
- Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.
Kesimpulan dari beberapa definisi sistem tersebut
diatas adalah bahwa sistem merupakan kumpulan dari beberapa unsur atau komponen
yang berhubungan antara satu dengan lainnya dan akan membentuk
suatu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu atau sistem adalah suatu kesatuan
yang terdiri dari dua/lebih komponen yang terjalin satu sama lain untuk
mencapai suatu tujuan tertentu atau bisa dikatakan bahwa Suatu sistem yang
dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen
dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi
Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi/Suatu sistem didalam suato organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi/Suatu sistem didalam suato organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
Karakteristik
Sistem
Menurut
Yogiyanto (1996:7), suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang
tertentu yaitu :
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang
saling berinteraksi artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu sub
sistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak peduli betapapun
kecilnya selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap
subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat
mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut dengan supra system.
Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara
suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas
sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut
Lingkungan Luar Sistem
Ligkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar
batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem
dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dengan demikian
harus dijaga dan dipelihara, sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus
ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup
sistem.
Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung antara suatu
subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.
Keluaran dari subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem yang lainnya
dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi
dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
Masukan Sistem
Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan kedalam
sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan
perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat
beroperasi. Masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
Keluaran Sistem
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran
dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
Pengolah Sistem
Sustu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah
atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan
menjadi keluaran. Suatu sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi
menjadi laporan keuangan dan laporan lain yang dibutuhkan manajemen.
SASARAN SISTEM
Suatu sistem pasti mempunyai suatu tujuan atau
sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi sistem tidak
akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang
dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Dari uraian diatas dapat digambarkan bahwa
komponen sistem membentuk suatu sub sistem dari beberapa sub sistem membentuk
batas sistem kemudian diluar batas sistem ada lingkungan luar sistem, antara
sub sistem dengan sub sistem lainnya ada penghubung sistem agar sistem
berfungsi ada masukan sistem yang akan diaolah dalam sistem untuk
dijadikan keluaran atau hasil sistem untuk mengolah masukan menjadi keluaran
membutuhkan pengolah sistem akhirnya akan tercapai sasaran sistem sebagai tujuan
akhir. Sebab tanpa adanya sasaran sistem akan berjalan tanpa ada gunanya.
Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut
pandang menurut Yogiyanto (1996:11) diantaranya adalah sebagai berikut ini:
A. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan
sistem fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran
atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan sistem fisik merupakan
sistem yang ada secara fisik.
B. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan
sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui
proses alam tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang
dirancang oleh manusia
C. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan
sistem tak tentu
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang
sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi
dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu
adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena
mengandung unsur probabilitas.
D. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem
tertutup dan sistem terbuka
Sistem tertutup adalah merupakan sistem yang tidak
berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritis
sistem tertutup ini ada tetapi kenyataanya tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup, yang ada hanyalah relatif tertutup. Sistem terbuka adalah sistem yang
berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem menerima masukan
dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau susbistem yang lainnya.
Karena sistem ini sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya maka
suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
sistem dapat diklasifikasi menurut beberapa sudut pandang
yang dianggap sesuai dengan sistem yang diinginkan yaitu sistem abstrak dan
sistem fisik, sistem alamiah dan sistem buatan manusia, sistem tertentu dan
sistem tak tentu serta sistem tertutup dan sistem terbuka.
Pengendalian Terhadap Sebuah Sistem
Menurut Yogiyanto (1996:11) karena sistem tidak ada
yang tertutup maka agar sistem dapat melangsungkan hidupnya, sistem harus
mempunyai daya membela diri atau sistem harus mempunyai sistem pengendalian.
Pengendalian dari sistem dapat berupa pengendalian umpan balik dan
pengendalian umpan maju serta pengendalian pencegahan.
- Pengendalian umpan balik merupakan proses mengukur keluaran dari sistem yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu. Bilamana terjadi perbedaan-perbedaan atau penyimpangan akan dikoreksi untuk memperbaiki masukan sistem selanjutnya.
- Sistem pengendalian umpan maju disebut juga dengan istilah umpan balik positif yang mencoba mendorong proses dari sistem supaya menghasilkan hasil balik yang positif. Sistem pengendalian umpan maju ini merupakan perkembangan dari sistem pengendalian umpan balik. Supaya keluaran dapat menghasilkan umpan balik yang positif maka pengendalian tidak boleh diukur dari keluarannya tetapi diukur dan dikendalikan dari prosesnya. Selama proses terjadi di dalam sistem selalu dilakukan pengamatan dan cepat-cepat diatasi bila mulai terjadi penyimpangan sebelum terlanjur fatal pada keluarannya.
- Sistem pengendalian pencegahan, kalau sistem pengendalian umpan balik mengendalikan keluarannya, dan sistem pengendalian umpan maju mengendlikan prosesnya, maka sistem pengendalian pencegahan mencoba untuk mengendalikan sistem dimuka sebelum proses dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan untuk masuk kedalam sistem.
Kesimpulan dari pengertian pengendalian sistem
adalah pengendalian umpan balik adalahn proses mengukur keluaran dari sistem
yang dibandingkan dengan suatu standar tertentu, kemudian pengendalian umpan
maju mendorong sistem agar menghasilkan hasil balik yang positif
sedangkan pengendalian pencegahan adalah mengendalikan sistem sebelum proses
dimulai dengan mencegah hal-hal yang merugikan sistem.
Pengertian Prosedur
Setelah menguraikan tentang definisi sistem
secara umum dan sistem akuntansi serta menguraikan unsur-unsur
sistem akuntansi, maka kita perlu membedakan antara sistem dan prosedur.
Menurut Mulyadi (2001:5) mendefinisikan
“ Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal,
biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih yang
dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang
terjadi berulang-ulang. Didalam suatu sistem, biasanya terdiri dari beberapa
prosedur dimana prosedur-prosedur itu saling terkait dan saling mempengaruhi.
Akibatnya jika terjadi perubahan maka salah satu prosedur, maka akan
mempengaruhi prosedur-prosedur yang lain”.
Menurut Richard F. Neuschel (1971) yang dikutip
oleh Yogiyanto (1996:4) mendefinisikan:
“ Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan kegiatan
klerikal ( tulis menulis ), biasanya melibatkan beberapa orang di
dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan
yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi “.
Lebih lanjut Jerry Fitz Gerald dkk (1981) yang
dikutip oleh Yogiyanto (1996:5) mendefinisikan:
“ Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari
tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa
yang mengerjakannya, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya “.
Menurut Mulyadi (2001:5) mendefiniskan sebagai berikut
:
“ Prosedur adalah urutan kegiatan klerikal, biasanya
melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk
menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi
berulang-ulang “.
Dalam definisi sistem akuntansi, Mulyadi (2001:3)
menyebutkan:
” Formulir merupakan salah satu unsur sistem
akuntansi. Formulir ini merupakan keluaran sistem lain yang menjadi masukan
sistem akuntansi, sistem lain yang menghasilkan formulir ini terdiri dari
sub-sub sistem yang diberi nama prosedur” .
Karena prosedur merupakan urutan kegiatan klerikal,
sedangkan kegiatan klerikal terdiri dari kegiatan yang dilakukan untuk mencatat
informasi dalam formulir, buku jurnal dan buku besar maka kegiatan yang
dilakukan adalah : menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar,
memilih (mensortasi), memindah dan membandingkan.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa suatu
sistem terdiri dari jaringan prosedur artinya bahwa suatu sistem terdiri dari
beberapa prosedur yang menjadi satu kesatuan yang memiliki kertkaitan satu
dengan lainnya.
Sistem Informasi Akuntansi
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan,
yang dirancang untuk merubah data ekonomi menjadi informasi yang berguna.
Informasi ini kemudian dikomunikasikan kepada beragam pengambilan keputusan.
(Bodnan dan Hopwood,2001:1).
Sedangkan sistem informasi akuntansi menurut Tunggal
(1993:10) adalah “ Kumpulan manusia-manusia dan sumber-sumber modal didalam
suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan informasi dan juga
informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengelolaan data transaksi.
Informasi ini berguna untuk semua tingkat manajemen untuk perencanaan dan
pengendalian aktivitas organisasi”.
Menurut George H. Bodnar dan William S. Hopwood
(1996:l1) adalah sebagai berikut:
” Sistem akuntansi adalah suatu organisasi terdiri
dari metode dan catatan–catatan yang dibuat untuk mengidentifikasikan,
mengumpulkan, menganalisis, mencatat, dan melaporkan transaksi–transaksi
organisasi dan menyelenggarakan pertanggungjawaban bagi aktiva dan
kewajiban yang berkaitan. Maksudnya adalah bahwa sistem akuntansi dalam suatu
organisasi dapat berbentuk sederhana, dapat pula komplek. Sistem-sistem
informasi dirancang dan dipasang bukan hanya untuk menghasilkan saldo-saldo
buku besar untuk menghasilkan laporan keuangan tetapi juga menghasilkan
pengendalian manajemen dan informasi operasional yang tidak berkaitan dengan
akuntansi. Jadi sistem akuntansi dan pnegendalian operasional berkaitan erat
dalam organisasi.
Menurut Indra Bastian dan Gatot Soepriyanto (2002:3)
mendefinisikan sistem akuntansi sebagai berikut:
” Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan
dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi
akuntansi ”.
Sedangkan Mulyadi (2001:3)
mendefinisikan sistem akuntansi sebagai berikut:
” Sistem akuntansi adalah organisasi formulir,
catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan
informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan
perusahaan ”.
Kesimpulannya sistem akuntansi merupakan organisasi
yang terdiri dari formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan untuk
menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh pengambil keputusan
dalam hal ini manajemen.
Dari definisi sistem akuntansi ada unsur suatu
sistem akuntansi yang pokok yaitu formulir, catatan yang terdiri dari jurnal,
buku besar dan buku pembantu, serta laporan. Mulyadi (2001:3)
menguraikan pengertian dari masing-masing unsur sistem akuntansi adalah sebagai
berikut :
- 1. Formulir.
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk
mencatat terjadinya transaksi dan biasa disebut dengan dokumen, karena
dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi dicatat atau
didokumentasikan.
- 2. Jurnal.
Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang
digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan
data lainnya.
- 3. Buku Besar.
Buku besar ( general ledger ) terdiri dari
rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah
dicatat sebelumnya dalam jurnal, rekening-rekening dalam buku besar ini
disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam
laporan keuangan.
- 4. Buku Pembantu.
Apabila data keuangan yang digolongkan dalam buku
besar diperlukan rinciannya lebih lanjut, dapat dibentuk buku pembantu ( subsidiary
ledger ). Buku ini terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci
data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.
- 5. Laporan.
Laporan merupakan hasil akhir proses akuntansi yang
biasanya disebut dengan laporan keuangan, dapat berupa neraca, laporan
laba rugi, laporan perubahan laba yang ditahan dan lainnya.
Untuk menyusun sistem akuntansi dalam
suatu organisasi, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, menurut Indra
Bastian dan Gatot Soepriyanto (2003:12) faktor-faktor tersebut
antara lain:
- Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu bahwa sistem akuntansi harus mampu menyediakan informasi yang diperlukan dengan tepat waktu dan dapat memenuhi kebutuhan dan dengan kualitas yang sesuai.
- Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip aman, yang berarti sistem akuntansi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik organisasi. Untuk dapat menjaga keamanan harta milik organisasi, maka sistem akuntansi harus disusun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pengawasan internal
- Sistem akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah, yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem akuntansi harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal, dengan kata lain, dipertimbangkan cost dan benefit dalam menghasilkan suatu informasi.
Ketiga faktor diatas harus dipertimbangkan
bersama-sama pada waktu menyusun sistem akuntansi dalam suatu organisasi
sehingga tidak sampai terjadi adanya salah satu faktor yang ditinggalkan.
Kesimpulannya penyusunan sistem akuntansi juga perlu
mempertimbangkan bahwa kebutuhan akan informasi dalam suatu entitas akan
berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan informasi pihak-pihak yang
berkepentingan baik pihak eksternal maupun internal, disamping itu kemajuan
tehnologi, terutama alat untuk memproses data dapat mengakibatkan sistem
akuntansi yang ada sekarang sudah tidak efisien lagi sehingga perlu adanya
peninjauan ulang terhadap sistem akuntansi yang saat ini berlaku
Dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
sistem informasi akuntansi adalah bagian dari organisasi yang mengumpulkan,
mengklasifikasikan, memproses, menganalisis dan mengkomunikasikan data-data
keuangan guna menghasilkan informasi bagi pihak luar maupun dalam perusahaan
sebagai dasar dalam perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Jadi
penekanannya pada informasi-informasi yang dihasilkan untuk digunakan dalam
proses pengambilan keputusan.
Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Feriyanto (2002:6) tujuan akhir kegiatan
akuntansi adalah menerbitkan laporan keuangan, laporan keuangan tersbut
merupakan sumber informasi bagi berbagai pihak yang digunakan untuk berbagai
pengambilan keputusan. Informasi yang dihasilkan tidak hanya berupa laporan
keuangan untuk pihak-pihak ekstern, tetapi juga menghasilkan informasi bagi
pihak intern untuk keperluan dukungan perencanaan dana pengendalian oleh
manajemen. Akuntansi akan memberikan informasi kepada manajemen mengenai
permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam organisasi untuk menjadi suatu
bukti yang berguna dalam menentukan tindakan yang diambil. Maka dapat
disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan hal yang penting bagi
perusahaan, sehingga dalam melaksanakannya diperlukan pengendalian informasi
yang baik terhadap perusahaan.
Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
Manfaat yang diperoleh dari sistem informasi akuntansi
antara lain (Romney & Steinbart,2002:2).
1. Sistem informasi akuntansi dapat
digunakan untuk memproses transaksi hampir setiap badan usaha memerlukan
pencatatan secara tepat atas data-data yang berkenaan dengan transaksi operasi
sehari-hari yang akan diolah menjadi informasi yang berguna bagi pihak yang
berkepentingan.
2. Sistem informasi akuntansi dapat
membantu dalam mengambil keputusan.
3. Sistem informasi akuntansi memberikan
pengendalian yang cukup untuk menjaga aset badan usaha termasuk data-datanya.
KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
- Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut
- Prosedur-prosedur, baik manual maupun terototomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
- Data tentang proses-proses bisnis
- Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
- Infrastruktur teknologi informasi
FUNGSI SIA
UNTUK ORGANISASI
- Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut
- Mangubah data dalam menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen
- Menyediakan pengendalian yang memadai
AKTIVITAS DALAM RANTAI NILAI ORGANISASI
- Inbound Logistics : penerimaan, penyimpanan dan distribusi bahan-bahan masukan
- Operasi : aktivitas untuk mengubah masukan menjadi barang dan jasa
- Outbound Logistics : distribusi produk ke pelanggan
- Pemasaran dan Penjualan
- Pelayanan : Dukungan purna jual dan maintenance
AKTIVITAS PENDUKUNG ORGANISASI
- Infrastruktur Perusahaan : akuntansi, hukum, administrasi umum
- Sumber Daya Manusia : perekrutan, pengontrolan, pelatihan dan kompensasi kepada pegawai
- Teknologi : Peningkatan produk dan jasa (penelitian)
- Pembelian
RANTAI SUPLAY
- Bahan Mentah Pemasok
- Pabrik
- Distributor
- Pengecer
- Konsumen
CARA SIA MENAMBAH NILAI ORGANISASI
- Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk dan jasa
- Memperbaiki Efisiensi
- Memperbaiki Pengambilan Keputusan
- Berbagi Pengetahuan
DATA
Data mengarah pada fakta-fakta yang kita kumpulkan, simpan dan proses dengan sistem informasi
Misal untuk penjualan, data yang perlu dikumpulkan adalah:
Data mengarah pada fakta-fakta yang kita kumpulkan, simpan dan proses dengan sistem informasi
Misal untuk penjualan, data yang perlu dikumpulkan adalah:
- Fakta mengenai kejadian-kejadian (tanggal penjualan, jumlah, dll)
- Sumber data (identitas barang dan jasa, harga per unit, dll)
- Para pelaku (identitas pelanggan dan penjual produk)
INFORMASI
Data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti
Karakteristik informasi yang berguna:
Data yang telah diatur dan diproses untuk memberikan arti
Karakteristik informasi yang berguna:
- Relevan
- Andal
- Lengkap
- Tepat waktu
- Dapat dipahami
- Dapat diverifikasi
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
- Langkah Pengambilan Keputusan:
- Identifikasi Masalah
- Pemilihan metode pemecahan masalah
- Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melaksanakan model keputusan tersebut
- Mengimplementasikan model tersebut
- Mengevaluasi sisi positif dari tiap alternatif yang ada
- Melaksanakan solusi terpilih
STRUKTUR KEPUTUSAN
- Keputusan Terstruktur
- Berulang-ulang
- Rutin
- Mudah dipahami
Contoh : Memberi Kredit ke pelanggan lama
- Sering diotomatisasi
Keputusan Semi Terstruktur
- Peraturan yang tidak lengkap
- Kebutuhan untuk membuat penilaian dan pertimbangan subyektif
Contoh : Menetapkan anggaran pemasaran
- Menggunakan DSS
- Kaputusan Tidak Terstruktur
- Tidak berulang dan rutin
- Tidak ada model untuk memecahakan masalah ini
- Butuh intuisi
STRATEGI BISNIS
- Strategi Diferensiasi Produk : Penambahan beberapa fitur layanan
- Strategi Biaya Rendah
POSISI STRATEGI BISNIS
- Posisi strategis berdasarkan keanekaragaman: produksi atau jasa dalam industri tertentu
- Produksi strategis berdasarkan kebutuhan : melayani semua kebutuhan kelompok tertentu
- Posisi strategis berdasarkan akses : pengelompokan pelanggan berdasarkan geografis atau ukuran
Langganan:
Postingan (Atom)